Posts

Tentang Goals

Image
Intinya, alasan kenapa kita lebih bisa accomplish things yang terkait dengan orang lain, punya dampak ke orang lain karena ada rasa “kewajiban” untuk mengerjakan hal tersebut. Entah takut itu bikin lambat seluruh orang atau apalah. Makanya kita lebih mudah buat commit dan ngerjain hal - hal yang ada pihak eksternalnya. Seperti ngerjain laprak, tugas, task organisasi, itu semua karena ada pihak eksternal dosen yang nilai, teman yang juga ngerjain task yang berbeda untuk mencapai satu tujuan yang sama. Sedangkan, kalo kita bikin our own self-development goals seringkali kita meng-gapapa-kan ketidaktercapaian goals itu dengan berjuta-juta alasan. Emang goals2 itu gaakan ngefek ke orang lain, gabakal ketauan orang lain, gaakan bikin malu diri kita sendiri atau bahkan merusak image kita. Tapi, yang rusak masa depan kita sendiri ahhahahaha. Hal ini karena biasanya goals2 yang kita pasang untuk diri kita sendiri justru goals yang impactful secara jangka panjang ke kehidupan kita dan memerluka...

Reminder

Lo udh melewati banyak rintangan yang sebelumnya lo khawatirkan jadiii yaaaa, eventually all of this will pass and the only thing that you have to be sure adalah you did your best! selagi muda, do the hard things, cobain lomba, ambil divisi organization yang susah, meet a lot of people, learn new things, just do what you want! bayaran dari kegagalan di stage of life yang ini masih murah. you don’t have any responsibilities whatsoever jadi yaaa. oh and ayo bikin vision board, gue sadar terlalu banyak yang diinginkan but no specific plan yang membuat hal itu yaaa gagal aja gitu, soooo oke ayo bikin

Our Path

I believe that we are all in the place that we are supposed to be. We are making the right choices and they lead us to where we are right now. There’s no turning back. Even if you feel like you could do better, could make different choices, and have a different outcome. Believe that eventually, the dots will be connected and you will see the moral of your very own story. Maybe there’s a better plan for you, maybe this is the time when God lets you learn something along the journey and many other mysteries that we can’t solve. Believe me. This has already happened many times.

Learn The Hard Way

Satu hal di AIESEC yang gue pelajari the hard way adalah dalam mengutarakan suatu pendapat, harus tau dulu quality dari pendapat lu. Gausah ngomong karena gaenak atau pengen ngomong aja. The quality over anything else! Selain itu, gue sadar kalau gue masih kurang teliti dalam mengeksekusi suatu project. Hal ini tentu saja bakalan berdampak ke seluruh panitia. Perlu lebih teliti lagi dalam hal ini dan juga akademis hahaha. I learn to stay calm under certain circumstances. Gue sadar kemampuan leadership gue masih kurang, masih ragu - ragu untuk take the lead dan tentuin your way.  Gue bersyukur banget bisa learn and grow di AIESEC ini. Ketemu orang - orang keren yang support each other and embrace kesalahan - kesalahan yang sangat manusiawi. I hope that I could experience this for a long time dan learn a lot from it. Gue harap kemampuan speaking, concepting, dan terpenting leadership gue bisa berkembang di sini.

Preparation Perang

Halo hai halo. i'm back after bbrp bulan ga nulis. Emang kebiasaan nih gabisa konsisten. So many things going on throughout 2022 and maybe ill do a quick recap di sini hihihi sekalian throwback. Tapi untuk sekarang, sebenernya yang memicu gue untuk nulis lagi adalah kak rousyan. Beliau bilang kalau penting banget journalling karena memang our way on learning in life dengan observe and reflect to be a better human being! jadi yaaaa hehe.  Untuk hari ini, keresesahan gue adalah akademis. Iya, akademis. Biasanya gue ga pernah kena batunya selama bersekolah, balik lagi credit ke Allah karena dikasih kemampuan lebih. Tapi, ya, jadi kebawa sampe sekarang untuk santai dan take things easy dengan pikiran bakalan “selamat” juga yang pada kenyataannya ngga hahaha. Selama UTS kemarin, gue bener2 berasa bodoh banget dan itu bukan karena i already did my best, tp emg gabelajar. Aneh banget bukan??? Padahal gue ada recordingan every class dan bisa belajar itu, punya fasilitas yang cukup, punya s...

Takeaways 201221

 I just realized that, skills yang mau gue asah dengan alasan "menunggu waktu yang tepat" sebenarnya bisa dilakuin kapan aja. Ga mesti nunggu waktu luang atau gada tugas or whatever it is karena white spaces yang ada di gcal gue banyak. Bukannya dioptimalkan tapi malah scroll sosmed doang hhh. Kenapa gue ngomong gini? Hari ini gue belajar masak sendiri yang dari tengah tahun pengen gue lakuin tapi dengan alasan "menunggu waktu yang tepat" ga dilakuin juga. Hari ini gue juga ngedit video dan bisa dibilang belajar sedikit untuk hal itu, anddd itu bahkan ga ngambil sampe sejam. Kayak??? u could do whatever u want right now! gausah nunggu waktu yang tepat karena the best time to start is now :D

Bohlam Kalkulus

Image
Selama ini, gue ngerasa kalkulus sangat sulit untuk dipahami. Susah. Tidak ada dorongan. Tapi, hari ini, Quiz 2 Pasca UTS Kalkulus, malam harinya gue nonton sedikit video ITB tentang materi yang akan diujikan. Unexpectedly, I did well, di quiz. Gue keliru sedikit tapi overall pemahaman gue sudah benar. And, it was really mind-opening.  No matter how hard a subject is, or whatever you're doing, kalau emang lu belajar dan berusaha, itu semua bakalan bisa dikuasai. Hal yang perlu dijadikan renungan buat gue, harus sadar, kalau ga selalu lu mencoba new things dan langsung mahir di dalam hal itu. Butuh waktu dan latihan, tidak lupa kesabaran untuk mahir di suatu hal. Tak terkecuali hobi dan kegiatan lainnya, bukan hanya mata kuliah.  Manusia adalah makhluk yang dinamis yang tentunya berubah dan adaptif, bukanlah robot yang diprogram untuk melakukan suatu hal dengan limit tertentu. Remember THE POWER OF YET. Manusia akan terus berkembang seiring bertambahnya usia. Gue sendiri mengan...