Preparation Perang

Halo hai halo. i'm back after bbrp bulan ga nulis. Emang kebiasaan nih gabisa konsisten. So many things going on throughout 2022 and maybe ill do a quick recap di sini hihihi sekalian throwback. Tapi untuk sekarang, sebenernya yang memicu gue untuk nulis lagi adalah kak rousyan. Beliau bilang kalau penting banget journalling karena memang our way on learning in life dengan observe and reflect to be a better human being! jadi yaaaa hehe. 

Untuk hari ini, keresesahan gue adalah akademis. Iya, akademis. Biasanya gue ga pernah kena batunya selama bersekolah, balik lagi credit ke Allah karena dikasih kemampuan lebih. Tapi, ya, jadi kebawa sampe sekarang untuk santai dan take things easy dengan pikiran bakalan “selamat” juga yang pada kenyataannya ngga hahaha. Selama UTS kemarin, gue bener2 berasa bodoh banget dan itu bukan karena i already did my best, tp emg gabelajar. Aneh banget bukan??? Padahal gue ada recordingan every class dan bisa belajar itu, punya fasilitas yang cukup, punya source yang ga terbatas dari internet. Dengan semua itu, masih gaada usahanya. Gue sadar gaakan selamat kuliah kalau begini terus dan need to do something to solve this. 

Oh iya, gue juga sepertinya terlalu senang ke ornamen dari kuliah yaitu non-akademis ahhhaha. I give a lot of effort to them karena emg enjoy. Padahal, in fact, gue kan mahasiswa yang memiliki tugas untuk belajar dibayarin pemerintah, bukan organisiswa :D For now, gue udah tau kesalahan gue dan harus menghadapi setengah semester lagi dengan sebaik mungkin, kalaupun emang gagal ya at least usaha gitu loh ini kan ngga, even usaha 10% pun belum ini mah. Selain itu, faktor eksternal kayaknya juga ngaruh, orang-orang yang ga kenal gue secara deket memiliki proyeksi ideal dengan persepsi mereka sendiri yang ngga 100% benar dan menganggap gue one of the dewa di dte yang padahal big no ya cuy hahahaha. Tapi, justru i want to live up to that gitu loh, bukan pengen diliat sebagai dewa, pengen have that ability dan make the best out of my capability.

One thing yang gue realize juga adalah semester 1 kemarin, gue terlampau hoki. Apalagi di tengah online gini. Gue akui dapet nilai bagus tapi pemahaman tidak segitunya. Kalo Ranchodas Shamaldas Chancad yang gue adore so much tau pasti dia kecewa HAHAHAH. Emang ya orang keren banget loh yang mindful ngejalanin kuliah, bukan cuman buat nilai tapi ilmu juga. Gue pengen seperti itu dan akan membuat action plan. Sebenernya gaada action plan macem2 sih cuman ya belajar gila!!! hhahaha. Buat apa IPK tinggi tapi gabisa dipertanggung jawabkan :) 

Hal yang dalam bahaya emang akademis gue, untuk non-akademis justru aman banget dannnn i did well di seluruhnya. Gue join organisasi bukan cuman join, tapi make an impact within dan im content with that hihi. Tapi yaaaa gue mahasiswa bukan organisiswa jadi buat semester ini, gue turn down many opportunities termasuk jadi PO, BPH, dll.

Perlu gue ingat bahwa gue manusia biasa, bukan manusia setengah dewa, apalagi dewa. Gue manusia yang memiliki kemampuan terbatas, gabisa greedy dan pengen excel di segala aspek perkuliahan. Kalau pengen unggul di satu aspek, jelas ada hal yang perlu dikorbankan. Manusia bisa buat kesalahan dan menghadapi kegagalan. It’s totally fine. Hal yang jauh lebih penting adalah how we deal with it. Apakah nyerah gitu aja? Apakah lari dari permasalahan? Atau justru belajar dari kesalahan itu untuk ke depannya? I decide untuk setengah semester ini, mau fokus menjalankan kewajiban layaknya mahasiswa baik berakhlak sempurna dan mengejar ketertinggalan sebelumnya. Satu jam saja per hari belajar, I think itu akan sangat membantu.

Gue mau beres2 notion sesuai warna dan membuat action plan untuk semester ini. Persiapan perang menghadapi UAS offline hahahahah. Good luck sal!

Comments

Popular posts from this blog

Our Path

Learn The Hard Way